Test ride Vespa Primavera

Piaggio memiliki lineup yang sangat legendaris di Indonesia yakni Vespa. Dan kini versi modern dari Vespa kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor matic pilihan selain brand Jepang. Vespa ditanah air didominasi oleh tipe Sprint dan Primavera. Nah kali ini saya berkesempatan untuk mencoba alias test ride Vespa Primavera. Bagaimana impresinya? Berikut pemaparan saya.

Duduk diatas Vespa Primavera memang terasa lebih tinggi dan lebar dibandingkan dengan Honda Vario 125 milik saya. Tapi ada feel yang sedikit berbeda saat menggemgam handle kiri dan kanan. Motor berasa kokoh dengan jarak tuas rem yang menurut saya agak jauh dan agak keras. Mungkin karena jarang bawa Vespa kali ya. Speedometer yang di dominasi warna biru membuat mata berasa teduh walaupun motor ini dikendarai di terik siang hari.

Yang membuat saya sedikit bingung adalah posisi tombol sign dan bel yang tottaly different dengan Honda Vario. Sering saya salah menggunakan salah satu tombol tersebut. Tombol lampu disisi kanan juga lumayan membingungkan kalau tidak biasa. Ternyata tombol kanan hanya berfungsi on off saja. Nah sisanya tombol lampu di tuas kiri yg bekerja. Dan asiknya motor ini memiliki lampu dim/pass light.

Turun sedikit, ciri khas Vespa lawas yakni memiliki bagasi di balik sayap depan alias tepat di depan kaki masih dipertahankan di Vespa Primavera ini. Ukuran bagasinya sih ga luas tapi cukup utk menyimpan benda berharga dan lebih aman dibandingkan menyimpannya bagasi bawah jok. Posisi kaki juga sangat nyaman banget walaupun ada pemisah (walaupun ga tinggi) antara injekan kanan dan kiri. Kembali ciri khas Vespa dipertahankan yakni tatakan kaki yang berbentuk garis.

Bagasi dibawah jok ukurannya cukup luas. Tapi tidak cukup luas untuk menampung sebuah helm AGV K3. Bagasi tersebut sepertinya hanya dikhususkan untuk memuat helm half face. Kunci untuk membuka jok juga masih ada di sisi jok kiri motor.

Vespa Primavera ini saat dibawa riding sangat memuaskan sekali. Jauh dari ekspektasi saya yang menurut saya agak lemot kurang ‘nendang’. Hal didasarkan saat saya mencoba test ride Vespa Sprint beberapa waktu yang lalu. Akselerasi Primavera mantab. Tarikannya oke banget. Cuma saat pengeraman tuas rem berasa kurang nyaman.

Secara tampilan, motor Vespa Primavera ini tidak berbeda jauh dengan Vespa Sprint. Bagi orang awam seperti saya beda yg paling terlihat adalah bentuk headlampnya. Kalau Primavera lampunya bulat sedangkan Sprint lampunya kotak.

Kesimpulannya, Vespa Primavera ini layak untuk menjadi pilihan apabila ingin meminang motor baru. Kelemahannya hanyalah dari sisi pricing dimana harganya jauh diatas motor Jepang. Tapi Vespa tetaplah sebuah Vespa. Vespa bukanlah hanya sebuah motor. Tapi Vespa adalah lifestyle.

Iklan

(again) Vespa Sprint modif

Hai hai.. Toetttt toettttt.. Ketemu lagi di hari pertama, tanggal pertama di tahun 2017. Yup kali ini saya akan mengulas mengenai modif sebuah Vespa Sprint (lagi) yang modifnya sudah tergolong “kelas berat”

Vrspa Sprint ini banyak sudah mengalami ubahan. Sokbeker depan dan belakang sudah menggunakan Öhlins. Lalu kaliper depan menggunakan Brembo.Cakram juga sudah mengalami ubahan.Lengan ayun depan menggunakan Zelioni. Ban menggunakan ban dengan merek Mitas.

Selain itu, velg juga sudah mengalami modifikasi. Velg yang barunya seharga 25juta terpasang dengan apik pada Veapa ini. Knalpot menggunakan merek Polini yang memang spesialis untuk Vespa.

Ada yang minat mengubah Veapanya seperti ini?

Modif vespa sprint yang gaharrr

Vespa identik dengan lifestyle. Vespa juga identik dengan fashion. Maka tidak salah kiranya jika Vespa Sprint merah ini ikutan bersolek seperti si empunya. Beberapa modifikasi dilakukan Agung, si empunya motor.

Hampir semua bagian motor mendapat sentuhan. Mayoritas part modif diambil dari merek Zelioni. Ayo kita daftar yang terlihat beberapa ya.

Tudung lampu, tuas rem, jalu, footstep boncengan, tutup oli, tutup filter diambil dari Zelioni. Sokbeker depan belakang dari Öhlins. Kaliper rem depan pakai Brembo. Voltmeter dari Koso. Knalpot Akrapovic with db killer dan beberapa part karbon. Sekarang Bro Agung sedang menunggu velg nya datang. Bagaimana tampilan lengkapnya? Silakan cek video dibawah ini..

Hati-hati kalau ketemu Vespa ini

image

Sekilas tampilan Vespa yang satu ini sangat biasa. Mungkin kalau sepintas lihat bakal dianggap cuma sekedar motor tua biasa. Tapi kalau yang melihat langsung ke bawah dek Vespa ini, maka pendapat tersebut paati langsung berubah. Yup terdapat sebuah radiator guedee di bagian bawah dek Vespa ini.

Baca lebih lanjut

Siapa yang diuntungkan jika ada haters

jsr vs dm

Kawan-kawan pasti pernah dan mengerti dengan kata atau sebutan haters. Haters akan selalu ada di setiap tindakan yang dilakukan seseorang. Berkaca dari kekisruhan yang awalnya antara ITS (Indonesia Track day Series) dan JSR (Java Scooter Rendezvous) lalu melebar dan meruncing menjadi anak-anak Vespa vs Bro Ronald Sinaga punggawa Dunia Motor.

Baca lebih lanjut