Apa ya yang membuat YIMM lama sekali mrnghadirkan R15 v2.0 ke indonesia?

image

Belakangan ini para blogger mulai lagi mengangkat topik r15 v2.0. Saya sempat berpikir kenapa ya kok YIMM susah banget mendatangkan motor ini ke indonesia. Kalau dengan alasan karena itu adalah total produk baru saya rasa ga juga. Engine dan sasis saya rasa mirip dengan new vixion :imho. Kalau pasarnya ga ada saya rasa juga ga mungkin. Dengan tampilan yang jauh lebih racy dari cbr 150r saya rasa juga calon customer banyak yang antre. Nah kalau dilihat dari sisi bisnis nya, saya ga tahu karena saya bukan internal yamaha 🙂
Baca lebih lanjut

Saatnya direparasi

image

Setelah sekian lama ‘kulit wajah’ si belalang a.k.a cbr150 merah saya rusak karena terkena panas dari katalisator fiber, maka kemaren resmi fairing atas yang terdiri dari 3 bagian itu masuk ke tukang cat. FYI, dulu saat masih belajar main fiber dan hendak belajar membuat fairing atas, fairing atas inilah yang saya pakai untuk membuat mal nya.

Baca lebih lanjut

My CBR 150R’s fairing underconstruction

Buntut sudah selesai. Sekarang saatnya untuk mencari tantangan baru. Ahaaa.. Fairing depan saatnya dipermak. Kemaren ada masukan dari bro Wim Benardi yang merupakan pengunjung blog ini yang memberi komentar kalau buntutnya kegedean. Hmm.. Emang seh. Tapi ini memang sudah masuk dalam rencana meng-custom my cbr150 a.k.a. “8000”. Idenya simpel. Hanya ingin menggemukkan sedikit di bagian tail dan fairing agar lebih “berisi”.