Kawasaki W175 : Standar vs Special Edition

Masih anget jadinya bahas Kawasaki W175 dulu ya. Untuk seri W175, Kawasaki memberikan 2 pilihan yakni versi standar ting ting dan versi modif pabrikan alias special edition.

Yang namanya standar ting ting ya dikasi motor dengan penampilan “seadanya” tapi masih enak dipandang mata. Nah yang malas modif, pasukan geng ijo sudah menyiapkan versi modifnya.

Yang berbeda antara lain lis speedometer, karet tangki, penampakan mesin, warna velg, jok dan terakhir yang paling gokil adalah stiker dengan tulisan “SE”.

Untuk lbih jelasnya silakan pantengin video berikut

Iklan

Akhirnya Yamaha NMax dapat facelift

Bersumber dari instagram resmi Yamaha Indonesia, akhirnya Yamaha NMax mendapat minor facelift. Terkesan dadakan? Hmmm iya juga sih. Tapi untuk minor facelift masih relatif normal.

Perubahan paling mencolok ada pada speedometer. Speedometer yang sebelumnya menang sudah digital dirubah mirip seperti kepunyaan Yamaha Aerox dan menganut negative LCD.

Perubahan minor ini ditengarai adalah imbas dari rencana Honda yang akan melaunching Honda PCX garapan lokal dalam waktu dekat ini.

Miris banget ngeliat foto ini

Foto ini saya dapat dari teman-teman grup WA. Entah kapan kejadian foto ini, tapi yang pasti melihatnya saja sudah miris banget. Menurut pandangan saya, ada 5 nyawa diatas sebuah kendaraan roda dua.

Yang paling miris dan sedih adalah melihat adik bayi/anak kecil yang digendong paling belakang. Kaki kecilnya menjulur tanpa pijakan. Nyawa anak ini dipertaruhkan pada kekuatan jaritan gendongan. Hmmm.. No komen dah selain miris banget ngeliatnya 😦

Joget bungbung jadi tari porno


Joget bungbung adalah tarian tradisional dari Bali. Tarian ini biasanya dibawakan pada acara pertemuan atau sejenisnya. Adapun tarian ini adalah tarian yang melibatkan penonton. Sang penari akan menari lalu akan memberikan selendang penonton. Nah penonton tersebut akan didaulat untuk menari bersama penari untuk beberapa saat. Tariannya ya tarian normal.

Baca lebih lanjut

Test ride Vespa Primavera

Piaggio memiliki lineup yang sangat legendaris di Indonesia yakni Vespa. Dan kini versi modern dari Vespa kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu motor matic pilihan selain brand Jepang. Vespa ditanah air didominasi oleh tipe Sprint dan Primavera. Nah kali ini saya berkesempatan untuk mencoba alias test ride Vespa Primavera. Bagaimana impresinya? Berikut pemaparan saya.

Duduk diatas Vespa Primavera memang terasa lebih tinggi dan lebar dibandingkan dengan Honda Vario 125 milik saya. Tapi ada feel yang sedikit berbeda saat menggemgam handle kiri dan kanan. Motor berasa kokoh dengan jarak tuas rem yang menurut saya agak jauh dan agak keras. Mungkin karena jarang bawa Vespa kali ya. Speedometer yang di dominasi warna biru membuat mata berasa teduh walaupun motor ini dikendarai di terik siang hari.

Yang membuat saya sedikit bingung adalah posisi tombol sign dan bel yang tottaly different dengan Honda Vario. Sering saya salah menggunakan salah satu tombol tersebut. Tombol lampu disisi kanan juga lumayan membingungkan kalau tidak biasa. Ternyata tombol kanan hanya berfungsi on off saja. Nah sisanya tombol lampu di tuas kiri yg bekerja. Dan asiknya motor ini memiliki lampu dim/pass light.

Turun sedikit, ciri khas Vespa lawas yakni memiliki bagasi di balik sayap depan alias tepat di depan kaki masih dipertahankan di Vespa Primavera ini. Ukuran bagasinya sih ga luas tapi cukup utk menyimpan benda berharga dan lebih aman dibandingkan menyimpannya bagasi bawah jok. Posisi kaki juga sangat nyaman banget walaupun ada pemisah (walaupun ga tinggi) antara injekan kanan dan kiri. Kembali ciri khas Vespa dipertahankan yakni tatakan kaki yang berbentuk garis.

Bagasi dibawah jok ukurannya cukup luas. Tapi tidak cukup luas untuk menampung sebuah helm AGV K3. Bagasi tersebut sepertinya hanya dikhususkan untuk memuat helm half face. Kunci untuk membuka jok juga masih ada di sisi jok kiri motor.

Vespa Primavera ini saat dibawa riding sangat memuaskan sekali. Jauh dari ekspektasi saya yang menurut saya agak lemot kurang ‘nendang’. Hal didasarkan saat saya mencoba test ride Vespa Sprint beberapa waktu yang lalu. Akselerasi Primavera mantab. Tarikannya oke banget. Cuma saat pengeraman tuas rem berasa kurang nyaman.

Secara tampilan, motor Vespa Primavera ini tidak berbeda jauh dengan Vespa Sprint. Bagi orang awam seperti saya beda yg paling terlihat adalah bentuk headlampnya. Kalau Primavera lampunya bulat sedangkan Sprint lampunya kotak.

Kesimpulannya, Vespa Primavera ini layak untuk menjadi pilihan apabila ingin meminang motor baru. Kelemahannya hanyalah dari sisi pricing dimana harganya jauh diatas motor Jepang. Tapi Vespa tetaplah sebuah Vespa. Vespa bukanlah hanya sebuah motor. Tapi Vespa adalah lifestyle.

Cat doff bisa kinclong?

Mungkin beberapa kawan ada yang bertanya gimana ya caru buat cat doff kinclong. Wahh kalau ini jujur baru pertama kali saya dengar. Sepengetahuan saya, cat doff itu ya warnanya butek alias ga kinclong. Memang begitulah tujuan doff itu dibuat. Kalau ingin cat yang kinclong bisa pilih cat yang warnanya shining.

Lalu ada teman yang pernah bertanya kok pernah liat cat doff tapi mengkilap. Saya kurang tahu persia. Tapi sepertinya hal tersebut terjadi karena cat doff tersebut salah perawatan. Mungkin saja cat doff tersebut di wax bukan dengan wax yang khusus untuk doff. Jadi tekstur doff nya hilang dan jadi kinclong.

Jadi kesimpulannya menurut saya adalah cat doff itu ga ada yang kinclong. Kalaupun kinclong kemungkinan besar salah perawatan. Mohon koteksi jika saya salah

Kelebihan dan kekurangan cat doff

Honda Vario 150 eSP

Cat doff atau juga yang dikenal dengan nama cat matte memang memiliki karisma tersendiri di kalangan penyuka warna. Warna yang terlihat kusam ini memiliki fans tersendiri yang jumlahnya juga tak kalah banyak dengan cat yang shining. Lalu apa kelebihan dan kekurangan cat doff? Berikut saya simpulkan menurut pengalaman saya

Baca lebih lanjut