Keselamatan selalu menjadi nomor dua atas nama uang

image

Coba perhatikan pic diatas kawan. Seorang anak kecil berada diatas tumpukan kardus yang dibawa dengan sepeda motor. Itupun masih ada karung di sisi kiri dan kanannya. Apakah semurah itu harga sebuah keselamatan nyawa manusia.

image

Saya kadang merasa bingung dengan para pengendara seperti ini. Bukannya mengecilkan usaha sang bapak dalam mengepulkan asap dapur, tapi apakah semua itu sepadan jika nyawa menjadi taruhannya. Apalagi mengajak anak dibawah umur tanpa safety gear sama sekali seperti pada pic diatas.

Saya juga kadang muak dengan komentar “kami rakyat kecil yang beginilah cara menyambung hidup”.
Saya paham bahwa bekerja adalah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tapi dengan membawa istilah “rakyat kecil” bukan menjadikan anda boleh berbuat seenaknya dengan mempertaruhkan nyawa. Iya kalau nyawa anda yang hilang sendiri, kalau nyawa orang lain kena juga gara-gara ulah bodoh tersebut gimana. Sayangilah nyawa anda karena itu pemberian terindah dari Tuhan.

Kadang saya rasa mental kita sebagai warna negara harus “dibenarkan” lagi. Maksudnya adalah seperti ini, kalau anda menset mental anda sebagai rakyat kecil dalam artian tidak mampu, minta dikasihani dan diutamakan, boleh melanggar semua aturan, ya selamanya akan seperti itu. Cobalah sesekali set mental anda sebagai “orang mampu” artinya anda bisa mengerjakan semuanya sesuai aturan tanpa harus dibelas kasihani. Tentu itu akan menjadi kebanggaan kan. Masak mau hidup terus dikasihani. Kapan bisa maju.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s