Opini: KTM masuk ke segmen motor kubikasi mainstream

ktm duke.jpg

Hmmm.. Sedang hangat banget ni berita keinginan serius dari KTM Indonesia untuk ikut masuk ke kelas motor berkubikasi mainstream yakni 200cc – 250cc. Seperti yang kita ketahui, selera masyarakat Indonesia sangatlah tinggi akan desain sebuah sepeda motor. Kalau bisa motornya bagus dalam hal desain dan harga. Mesin adalah faktor selanjutnya.

ktm duke 1.jpg

Berikut opini saya. KTM di dunia roda dua internasional sangat punya nama. Apalagi kalau bertarung di kelas supermoto, motocross, enduro, dll. Tapi KTM sangat tidak oke kalau main di kelas superbike dan KTM RC8 adalah superbike terakhir dari pabrikan asal Austria ini.

ktm rc390

Selain motor naked, KTM juga memiliki varian motorsport berfairing yakni KTM RC390. Motor ini memiliki dsain yang sangat Eropa banget baik dari sisi desain ataupun fitur motor. Sebut saja rangka teralis, USD, lengan ayun dengan desain unik, knalpot underbelly.

Balik ke topik, seperti yang saya sebutkan diatas, penampakan motor adalah yang utama. KTM memliki desain yang sangat khas bahkan menurut saya agak ekstrim. KTM kalau ingin sukses di tanah air harus kuat di sisi branding. Yang ingin “dikalahkan” adalah brand yang sudah punya nama dan mengakar di tanah air.

Menurut saya ada beberapa hal yang bisa mengangkat dan mengenalkan brand KTM di masyarakat roda dua tanah air. Ingat, 2 wheels anthusiast TIDAK SEMUANYA MEMBACA BLOG. Lebih banyak yang awan dan secara ekonomi juga sangat bisa mendukung. Nah inilah yang harus disasar oleh KTM.

  1. Perkenalan dengan harga yang sangat sangat kompetitif untuk varian Duke dan RC sangat membantu sekali “woro-woro” bahwa KTM Indonesia itu ADA.
  2. Perkuat komunitas para pecinta dan pemilik KTM. Ingat pecinta KTM (walaupun belum memiliki motornya) juga mesti di rangkul karena mereka adalah ujung tombak “sales tak digaji” oleh KTM untuk promosi produk KTM.
  3. Seringlah ikut riding antar klub. Tentunya kalau bisa diatur oleh pabrikan / APM akan lebih bagus.
  4. Jangan merasa sombong bahwa produk KTM adalah terbaik di kelasnya. Ingat KTM Indonesia baru lahir lho di Indonesia.
  5. Jangan pernah mendengungkan bahwa KTM ini dimiliki oleh Bajaj, walaupun secara perushaan benar adanya bahwa KTM dimiliki oleh Bajaj. Tapi secara manajemen, KTM yang sekarang sangatlah berbeda dengan Bajaj yang dulu pernah ada di Indonesia dan membuat kecewa para konsumennya.
  6. Dan yang terakhir adalah perkuat jaringan sales dan aftersales. Percaya atau tidak, masih banyak masyarakat kita yang sudah memikirkan kalau motornya tersebut akan dijual kembali padahal motor baru akan dibeli.

Demikian opini saya sebagai orang awam pecinta motor yang mungkin bisa dilakukan oleh KTM Indonesia. So pasti pabrikan punya strategi yang lebih jitu lagi untuk hal ini. Kita nantikan gebrakan KTM Indonesia..

Iklan

2 thoughts on “Opini: KTM masuk ke segmen motor kubikasi mainstream

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s