Apakah hasil kerja seperti ini sesuai SOP?

image

Pic diatas ini sudah saya ambil sekitar 2 mingguan di depan Denpasar Junction tepat di dekat traffic light jalan teuku umar dan jalan diponogoro. Sebenarnya sudah lama ingin menulis tentang hal ini cuma baru saja kesampaian dan dapat pic aslinya.
Jujur saya heran dan bingung dengan cara yang dipakai untuk menambal lubang di jalan aspal tersebut. Boleh saya katakan hasilnya sangat jelek! Dijamin tidak akan bertahan lama apalagi kalau ada hujan dan tergenang. Dijamin bakalan rompal lagi dan tambal lagi dengan cara yang sama. Sori to say aja sepertinya ada “aroma tak sedap” dalam hal pemeliharaan jalan ini.

Jalan yang ada di pic adalah salah satu jalan terpadat dan tersibuk di denpasar. Mungkin kalau jakarta kayak jalan sudirman kali ya. Soalnya jalannya macetttt terus. Maklum saja daerah tersebut adalah daerah perdagangan saat siang dan pusat kuliner pada malam hari.

Kalau dibilang tidak ada dana tidak mungkin. PAD denpasar adalah PAD tertinggi ke dua di bali setelah kabupaten badung. Kenapa jalannya ga di hotmix saja sekalian agar tidak ada proyek tambal sulam kayak gini. Ataukah jalannya sengaja dibuat seperti itu agar selalu ada dana proyek tambal sulam?

Lain cerita untuk jalan provinsi. Jujur jalan provinsi kualitasnya lebih bagus. Kalau seputaran denpasar, jalan bypass ngurah rai adalah contohnya. Kualitas hotmixnya bagus. Bahkan saking bagusnya jarang rusak. Rusak paling karena ada galian-galian ga jelas. Dan hebatnya lagi walaupun jalannya itu ga rusak, tapi selalu saja ada pengaspalan ulang. Dan percaya ga percaya, setelah selesai di aspal ulang, pasti dah ada kegiatan galian lagi. Sepertinya tidak ada koordinasi di antara mereka. Kok bisa ya?

Hal seperti ini mungkin juga terjadi di daerah teman-teman semua. Ada yang mau sharing?

Iklan

10 thoughts on “Apakah hasil kerja seperti ini sesuai SOP?

    • Hahahaha saya juga berpikir gitu mas. Inget ga di daerah puputan jalan nya di beberapa bagian dipasang batu sikat yg akhirnya ga mpe 6bln dah pd rontok? Hahaha.. Proyek proyek..

  1. hahahaha emang lucu tuh,
    aspal, gali, aspal lagi, 2 atau 3 bulan gali lagi
    tambal sulam seperti digambar kalo cuaca hujan2 ga sampai sebulan udah hancur

    • Nah itu dia. Napa ga koordinasi dl sebelum aspal biar digali dl. Masalah alasan kebutuhan pasang baru, mosok ga bs diprediksi. Ato paling jelek dah biar ga ganggu jalan napa ga dibuatin rumah kabel ato rumah pipa dlm bentuk trowongan di bawah tanah. Jd biar klo ada penamabahan kapasitas ga ganggu jalan.

    • Widihhh.. Kalo dah denger birokrasi, analogi saya selalu terhubung dengan uang sogokan, ribet, bertele-tele, malas dan inefisiensi. Hmm.. Ntahlah kapan negara kita bisa lebih baik ya mas

  2. wah ini nieh artikel yang bagus menurut saya !! setuju untuk kondisi jalan yang ada di denpasar dan sekitar yang mana kadang gak jelas banget untuk galian juga proyek yang gak jelas yang kadang sangat mengganggu , saya punya beberapa teman tourist mereka kadang mengeluh untuk kondisi jalan dibali yang gak pernah berhenti dari proyek-proyek gak jelas! yang sungguh sangat membuat tidak nyaman sehabis membuat galian pasti nanti tambalannya seadanya gitu !

    • Wah bule yg sesekali datang aja kesel apalagi kita yg tinggal di bali ya 😦 napa ga cb dibongkar sekalian buatin lorong yg cukup utk masuk kabel telepon, saluran air atau bahkan kabel listrik. Jd klo mau nambah ga usah bongkar jalan lagi. Tinggal buka penutup saluran aja. Hmmm.. Proyek proyek.. Kliatan banget dahh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s