Harga dari sebuah kemacetan

image

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk membaca koran dan ditemani oleh secangkir teh hangat. Setelah halaman demi halaman terbaca, sampailah saya di rubrik surat pembaca. Saya tertarik membacanya karena judulnya yang lumayan provokatif “kemacetan jalan akibatkan kerugian”.


Sebenarnya kita semua sudah tahu bahwa kemacetan adalah kerugian. Rugi waktu, tenaga dan uang. Tapi khusus di surat pembaca ini ada yang menarik. Kenapa menarik? Karena yang mengalami adalah rombongan wisatawan mancanegara. Sebenarnya dari pihak travel agent sudah mengatur waktu pen-drop-an rombongan wisatawan tersebut ke bandara ngurah rai. Nusa dua ke bandara itu bukanlah jarak yang jauh. 30 menit untuk waktu normal dan sekitar sejam untuk traffic jam normal. Tapi apa daya 3 jam dan 20menit dihabiskan untuk mencapai bandara. Alhasil waktu untuk check in penerbangan internasional yang mensyaratkan 3 jam sebelum flight pun tidak terpenuhi. Dan akibatnya adalah pihal travel agent mesti menanggung ongkos penginapan para rombongan tersebut yang mencapau $US 2500. Dan tentu saja tiket pesawat pun mesti diganti yang bernilai 20.000 euro. Dan citra yang dibangun bahwa Bali adalah pulau surga menjadi pulau beraka akibat kemacetan yang menggila. Begitulah tanggapan para wisatawan tersebut. Di surat pembaca itupun penulis menayakan siapa yang harus bertanggung jawab dengan kemacetan tersebut. Dan tentu saja tidak ada pihak yang berani bertanggung jawab. Begitu kata penulis surat pembaca tersebut.

Renungannya adalah ini hanya sebagian kecilllll dari sekian banyak kerugian yang ditimbulkan oleh kemacetan. Bali terutama denpasar dan daerah sekitarnya lambat laun akan menjadi cerminan jakarta hari ini dalam hal kemacetan. Sampai kapankah akan begini? Tak ada yang bisa menjawab. Masing-masing dari kitalah yang mencoba untuk berubah..

20 thoughts on “Harga dari sebuah kemacetan

    • wah klo ini saya setuju.. bali berat di daerah selatan. timpang bangetttt ma utara. udah aksesnya cuma satu jalan, jalannya termasuk kecil pula. ada 2 bis aja jalan udah deh cuma motor yg bisa lewat 🙂

  1. bener banget om
    tapi menurut saya sekarang sudah agak mendingan
    seminggu yg lalu saya hari rabu jam 5an lewat bandara sepi banget dulu bisa capek narik gas saking macetnya

    • wah berarti timing di jalannya pas banget tuh bro 🙂
      klo dari arah denpasar saya juga ngerasa dah agak mendingan ga semacet dulu. entahlah apa karena low season ya jadinya jalan jd lebih lancar

      • kayaknya sih gitu bro 😀
        tapi yang jalan raya tuban yang macetnya minta ampun
        dulu saya lewat sana kalo di bandara ke utara macet, sekarang kebalik

      • Sekarang tuban lebih parahhhh banget macetnya. Bandara ke simpang siur lumayan macetnya. Tp klo dr simpang siur ke bandara masih mendingan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s