Miris banget melihat perbedaan suzuki r4 dan r2 di indonesia

image

Pertama kali membaca berita di salah satu tabloid otomotif nasional yang mempunyai judul “pesta ertiga pecahkan rekor muri” langsung saya mengeryitkan jidat. Bagaimana tidak. Bayangkan betapa jomplangnya perlakuan suzuki indonesia terhadap divisi r4 dan r2 nya.
Suzuki r4 (roda 4) seakan-akan di istimewakan dengan segala macam produk terbaru yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Bahkan nama “ertiga” diambil dari indonesia. Sejak peluncuran ertiga memang sudah memikat hati masyarakat. Dengan bodi kompak yang diambil dari basis suzuki swift dan dengan harga yang kompetitif plus fitur yang menggoda pantas saja ertiga berhasil masuk muri.

image

Tapi sangat kontras jika dibandingkan dengam suzuki r2 (roda 2). Coba teman-teman renungkan apa produk mereka yang paling mutakhir selain inazuma? Hanyalah segerombolan matic yang dari sisi penjualan sangat tidak menggembirakan? Data? Saya kira tidak usah data. Lihat saja diseliling teman-teman semua seberapa banyak yang menggunakan matic suzuki. Bebek? Cuma fu150. Itupun sudah 4,5 tahunan belum mendapat penyegaran secara radikal. Inazuma pun dipasarkan setengah hati. Gembar gembor iklan nyaris tak terdengar. Belum lagi ditambah dengan unit yang diimpor hanya 800 biji. Kalau ada penghargaan untuk muri tentang tidak becus mungkin suzuki divisi r2 bisa masuk didalamnya.

image

Banyak para pecinta suzuki, saya salah satunya, yang menginginkan suzuki kembali kejalan yang benar seperti di tahun 90an saat suzuki sangat disegani. Barisan motor seperti rg-r, tornado, satria sangat disegani. Belum lagi fxr yang dimasanya tidak begitu laku tapi sejatinya teknologinya sangat maju.

Kesimpulannya saya lebih suka dengan slogan suzuki yang lama “inovasi tiada henti” benar-benar terbukti. Slogan yang sekarang “change & challenge” sangat tidak terbukti di dunia roda dua indonesia

Iklan

24 thoughts on “Miris banget melihat perbedaan suzuki r4 dan r2 di indonesia

  1. ada yg salah mungkin di manajemen R2 nya,, atau klo menurut analisa ngawur saya sih,, suzuki kurang line up di motornya,, dan suzuki tidak jelas condong menyasar ke konsumen apa, sebagai contoh, kawasaki, yg daripada babak belur di segmen skutik sama bebek lebih baik ke sport bahkan ke moge,, sementara suzuki ?? seperti ini tetep masuk ke pasar segmen bebek dan matik trlebih dahulu tapi kurang berhasil, sportnya pun hanya thunder dan 1 segmen premium,, walaahhh

    http://mottobiker.wordpress.com/2012/11/30/yuk-berperilaku-hemat-bahan-bakar-saat-di-jalan/

  2. Padahal jargon change and challenge harusnya bisa jadi dorongan motivasi… Berubah & lawan… 😎 Sayangnya actionnya kok agak kurang. Soal performa, Suzuki josss. Skutik Nex denger – denger 120 kpj tembus… irit pula, hehehe 🙂

    • Hingga kini saya yakin dengan seyakin yakinnya produm suzuki tuh bagus dan punya value. Tapi sayangnya karena kurang inovasi dan terkesan monoton makanya suzuki terkesan jelek. Ini cuma masalah TMT alias top management team yang kurang mau ambil resiko untuk jualan. Padahal mereka punya potensi utk fight bareng kompetitornya sesama jepang

    • Saya ketemu fxr langsung saat kuliah n benar2 kagum. Walopun blm punya paling ga sudah pernah merasakan riding bareng fxr. Fxr adalah salah satu dream bike saya bareng tzm n nsr-sp pak de 🙂

  3. soalnya beli mobil suzuki dapet gratisan motor Suzuki, mulai dari titan sampai satria.
    coba beli motor suzuki bonusnya mobil suzuki ertiga sampai grand vitara, pasti penjualan R2 Suzuki melejit, produksi mobil Suzuki juga bisa pecahkan rekor muri, h.h.h.h…

  4. ganti aja slogan nya,,,,,,,,,,,,,,,, jadi suzuki gak punya inofasi , alias MANDUL…………… kalau pada lari ke HONDA, YAMAHA, & KAWASAKI, wajar dong,,, !!!!!!!!!!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s