Opini : menyikapi kepindahan para mobiler ke motorer khususnya mogerer

Hahahaha.. Bingung ga baca judulnya teman-teman? Maksudnya adalah menyikapi kepindahan para pemakai mobil ke motor khususnya moge. Tahu sendiri kan belakangan ini macet semakin menjadi-jadi di jakarta sono. Sudah menjadi berita hangat pula beberapa waktu yang lalu tentang migrasinya para pemakai mobil ke motor. Nah kali ini saya bahas khusus yang migrasinya memilih moge untuk harian.

image

Tidak banyak memang yang masuk ke katagori ini. Tapi ada. Yang masuk katagori ini pastinya kondisi keuangan sudah mapan sehingga memutuskan akan meminang moge. Seperti artikel saya kemarin, hendaknyalah dalam meminang moge untuk harian ini dipilih sesuai kemampuan diri. Bukan kemampuan keuangan ya. Tapi kemampuan dalam penguasaan mengendarai motor. Kalau memang sudah bisa membawa motor matic cuma keliling kompleks, janganlah langsung membeli motor kelas supersport apalagi superbike apalagi hyperbike (zx14 dan hayabusa).

Kenapa? Ya itu tadi kemampuan teman-teman menguasai motor pasti akan berbeda. Kalau cuma riding nya saja saya yakin sehari dua hari pasti bisa. Tapi menguasai karakter motor dengan tenaga dan torsi badak itu butuh waktu. Jadi ingat artikel yang dibuat oleh mas benny disini.

Jadi alangkah baiknya sebelum meminang moge, naikkan dulu kemampuan riding anda. Mungkin bisa minta nasihat sama teman-teman yang sudah biasa main moge. Jangan lupa dilatih ya. Kalau cuma nanya tidak dipraktekkan ya sama aja boong. Atau kalau mau lebih bijak lagi berjenjanglah dalam meningkatkan kemampuan anda. Mulailah dari yang 150cc. Kalau teman-teman tidak mau motornya pasaran, bisa lirik motor-motor yang didatangkan oleh importir umum semisal R125. Tapi jangan kaget ya harganya 🙂 namanya juga made in europe. Ada rupa ada harga hehehe.. Semoga berguna

image

Iklan

20 thoughts on “Opini : menyikapi kepindahan para mobiler ke motorer khususnya mogerer

  1. nambahin aja gan.. para sopir (mob-ilerrr) harus bisa ngikuti kebiasaan motorerrr… jangan jalan di jalur kanan teruser.. nanti bikin bingung kendaraan lainerr… :d

    • Wah ini menarik mas. Saya pernah nulis artikel ttg ini dimana para motorers dianggap meliyk liuk zigzag dijalanan. Padahal kalau diliat dengan logika para motorer ini hanya ingin mendahului dari sisi kanan. Tp karena sisi kanan di indonesia adalah jalur lambat (dikuasai oleh mobilers dan motorers berkecepatan kayak gery siputnya spongebob) maka dengan terpaksa harus zig zag ambil kiri lalu balik ke kanan lagi. Lebih menyebalkan lagi udah pelan di sisi kanan sambil mencet hp smsan. Pengen tak tabrak aja mas hahahaha

  2. dulu orang beli moge buat prestise, dipake jarang2 dan setiap keluar pake voridjer. nah tp sekarang moge jg “tetanggan” ma bebek di traffic light. harusnya badan yang ngaku diakui pemerintah, FIM, blablabla itu, bergerak. jgn cm menanyakan sudah bernaung apa belum dan bergerak kalo ada panggilan makan2. kepolisian jg sebagai regulator –bukan kompor gas– harus berbenah. sim C dari jaman motor 70cc sampai 700cc tidak ad perubahan. ga heran ada pengalaman teman ketika ada razia ditanya sama polisi “retingnya (sein) mana?” padahal reting ada. cape deh.

  3. ya asal hobinya ga membahayakan orang lain terutama. ga cuma moge sih..bebek jg kalo dikendarai ga pake attitude yg bener jg jd masalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s